Saturday, September 13, 2014

MUTIARA & FAIDAH SURAT AL FATIHAH



MUTIARA & FAIDAH SURAT AL FATIHAH
Bersama Ust. Syafiq Reza Basalamah, MA.

Kita bersyukur kepada Alloh SWT. Dan Alhamdulillah kita juga berterimakasih kepada pengurus masjid yang memberikan kesempatan kepada kita untuk menambah keimanan dan ilmu kita. Rosul SAW. Beliau tidak pernah diperintahkan oleh Alloh SWT. Untuk meminta tambahan kecuali dalam satu hal, kalau kita minta tambahan rizki, mungkin sudah punya rumah minta tambahan rumah, sudah punya satu toko doanya kepingin tokonya tambah, Rosul SAW.
Diperintahkan untuk minta satu tambahan dan satu tambahan itu adalah Al Ilmu, adalah ilmu. Alloh mengatakan waqull robbi zidni ilman, katakan Muhammad, wahai Robb ku tambahkan kepada aku ilmu, karna memang dengan ilmu kita tahu mana yang haq dan mana yang batil, dengan ilmu kita dapat membedakan antara racun dan madu, dengan ilmu kita dapat membedakan mana yang pahalanya sepuluh dan mana yang pahalanya seratus

, dan Nabi kita SAW. Setiap pagi beliau berdo’a, habis shubuh yaa… beliau memohon kepada Alloh SWT. Allohumma inni asaluka ‘ilman nafia’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqob bala. Subhanalloh… coba kita perhatikan, doa yang dipanjatkan oleh Nabi kita SAW. Yang pertama beliau minta adalah ilman nafi’an, ilmu yang bermanfaat. Bukan sembarang ilmu, karna banyak orang berilmu tapi ilmunya laa yanfa’, ngak ada faedahnya. Ada orang tambah ilmu tambah jauh dari Alloh SWT. Ada orang banyak ilmunya, banyak buku yang dibaca tapi ternyata tidak ada pengaruh pada diri dan keluarganya, maka yang Rosul minta adalah ilman nafia’an.
Setelah dapat ilmu, apa yang diminta Rosul SAW. Wa rizkon thoyyiban, karna kita hidup di dunia, kita tidak hidup diakhirat, yang namanya hidup itu butuh kos, butuh biaya, yaa.. kita butuh makan buat kita, kita butuh makan buat keluarga kita, Rosul pun butuh itu, maka Rosul minta kepada Alloh SWT setelah memohon ilmu, yang dapat membimbingnya kepada jalan yang haq, Rosul meminta rizqon, tapi tidak sembarangan rizqi, orang banyak dapatkan rizqi, duitnya numpuk, Rosul tidak minta itu, Rosul minta thoyyiban, yang thoyyib, yang halal, yang baik dan itu yang seharusnya kita pinta. Kita harus sering-sering mempelajari bagaimana Nabi berdo’a, saya ingat pernah dapat teman, dia dikasih tau sebuah amalan, kata dia amalan ini mujarab, kenapa ? kata dia, dia katakan kalau saya bacakan do’a ini banyak rizqi saya, kata dia, tapi masalahnya satu, cepet habis rizqinya. Wado..hh.. coba, saya mau tau amalan itu, akhirnya dia mengatakan do’anya itu katanya, allohumma inni asaluka rizqon wasi’an, katsiron, min ghoiri ta’abin wa la nashob, Kata dia. Ya Alloh aku memohon kepadaMu rizqi yang banyak, yang luas, yang ngak perlu capek ngak perlu lelah. Subhanalloh… tapi sayangnya itu dapet.. habis, dapet… habis, kenapa? Karna dia lupa minta thoyyib tadi. Yang thoyyib itu berkah, sedikit mungkin kita dapat, tapi karna baik, karna halal, cukup buat keluarga kita. Maka kita kalau memohon ingat gimana Rosul SAW memohon. Thoyyiban yang Rosul minta, bukan hanya sekedar rizqi.
Dan yang ketiga, subhanalloh… sudah dapat ilmu, dapat rizqi, apa yang harus diminta? Rosul memohon kepada Alloh, wa ‘amalan mutaqobbala, dan ini, amal yang diterima. Amal yang diterima adalah buah dari ilmu kita, orang yang dapat ilmu tapi ngak diamalkan, ngak ada faedahnya buat dia. Dan kita juga meminta pertolongan kepada Alloh dalam do’a ini, supaya kita dibantu bisa beramal. Kita dengar ustadz ceramah, baca buku, dapat ilmu, kadang kala berat untuk mengamalkan, ya Alloh… gimana ngamalkannya. Ustadz jelaskan tentang sholatul lail, tentang sholat tahajud dan kemuliannya, menjelaskan tentang sholat dhuha, dan itu dalam hadits-hadits yang shohih Rosul menjelaskan. Sekarang gimana gamalkannya sholat dhuha ini? Dan kita minta sama Alloh SWT. Karna yang dapat membantu kita cuma Alloh SWT. Maka cobalah, setiap hari kita mengamalkan do’a ini, pagi dan sore, Allohumma inni asaluka ‘ilman nafia’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqob bala.
Ada satu ilmu yang akan kita pelajari hari ini, tentang sebuah surat yang paling agung, yang paling mulia yang berada didalam Al Qur’anul karim. Al Qur’anul karim, terdiri dari berapa surat? 114 surat, yang paling mulia diantara 114 surat ini adalah? Suratul Fatihah, Surat Al Fatihah. Dia yang disebut Al Kafiyah, dia yang disebut yang mencukupi. Orang sholat, Allohu akbar, dia baca Al Baqoroh sampai Annas, terus ruku’, syah sholatnya? Bayangkan, yang dibaca itu 113 surat, baca alif lam mim sampai sebelum subuh dia baca qul a’udzu birob bin nas, malikin nas, ilahin nas, min syarril waswasil khon nas, alladzi yuwas wisufi sudhu rinnas, minal jinnati wan nas. Syah ngak sholatnya? Baca 113 surat jama’ah. Kenapa? Karna ini satu surat yang disebut Al Kafiyah yang disebut mencukupi itu ngak dibaca. La sholata liman lamyaqro’ bi fatihatil kitab, ngak syah sholatnya, orang yang ngak baca Al Fatihah. Ada apa dengan surat Al Fatihah ini?
Al Fatihah juga disebut As Syafiyah, yang dapat menyembuhkan. Bagaiman kisah Abdulloh bin Mas’ud, dia meruqyah itu pemimpin satu suku yang disengat ular atau kalajengking, di ruqyah dengan Al Fatihah sembuh. Dan kita kalau denger satu keutamaan dari Rosul SAW kita amalkan. Anak kita sakit, kakinya sakit ya Alloh.. bacain Al Fatihah, bismillahi rokhmanirrokhim, Alhamdulillah... mudah-mudahan sembuh. Anaknya sakit ribut mau kedokter dulu, ya… kedokter tafadhol. Tapi yang bisa kita lakukan kita amalkan. Mudah-mudahan Alloh sembuhkan dengan Al Fatihah itu. Dan itu surat yang paling utama sebagaiman disebutkan dalam hadits-hadits bukhori muslim.

Coba kita lihat, Abu Huroiroh radhiallohu ta’ala anhu, dia meriwayatkan dari Rosul SAW. Kolallohu ta’ala, Nabi mengatakan Alloh berfirman, dalam hadits riwayat muslim, hadits ini disebut hadits? Hadits yang diriwayatkan dari nabi, nabi meriwayatkan dari Alloh disebut hadits? Qutsi. Kolallohu ta’ala, Alloh berfirman, kata Rasul, wasamtus sholata baini wa bainal abdi au baina abdinis bain, kata Alloh, aku bagi sholat ini antara aku dan hambaku dua bagian, maksudnya sholat disini adalah surat Al Fatihah itu, fa idzaqola abdi alhamdulillahirobbil ‘alamin, apabila hambaKu mengatakan alhamdulillahirobbil ‘alamin maka Alloh berkata hamidani abdi, hambaKu memujiKu, kata Alloh. Ia, waidza qola, arrokhma nirrokhim, apabila hambaKu mengatakan arrokhma nirrokhim, Alloh mengatakan atsna ‘alayya abdi, hambaKu memujaKu, dia sebut nama-namaKu. Wa idzaqola, maliki yaumiddin, apa bila hambaku mengatakan maliki yaumiddin, pemiliknya hari pembalasan, rajanya hari pembalasan, Alloh mengatakan majjadani abdi, hambaKu mengagungkanKu, ia memuji, memuja dan mengagungkanKu, wa idza qola, iyyakana’budu wa iyyakanas ta’in, hadza baini wa baina abdi, wali abdi masa al, ini antara Aku dengan hambaKu. Disini bagiannya, tiga ayat pertama itu adalah untuk Alloh SWT yang isinya pujian, pujaan dan pengagungan Alloh SWT. Dan setelah itu permohonan hamba. Hamba mengatakan iyya kana’bud wa iyya kanas ta’in, hadza baini wa baina abdinih, separuhnya punya hambaku separuhnya punya AKu, kepadaMu kita beribadah. Ingat, setiap sholat kita itu berdialog dengan Alloh, kita mengatakan iyya kana’bud ya Alloh.. kepadaMu ya Alloh, bukan kepada yang lainnya kami beribadah, wa iyyakanasta’in, dan separuhnya iyya kanasta’in kami mohon ampunan hanya kepadaMu, kepadaMu kami hanya memohon pertolongan dan bantuan. Kemudian ihdinash shiritol mustaqim, ini yang milik kita, ya Alloh tunjukan kepada kami jalan yang lurus, ya jalan yang lurus ini salah satunya dengan belajar, dengan kita mengetahui, apalagi sekarang di Indonesia munculnya aliran-aliran yang ngak bener-bener. Ada di Jakarta yang ngaku nabi, siapa namanya? Ahmad Mushodiq, ada Lia Eden ada banyak sekali. Kita memohon kepada Alloh ihdinash shirothol mustaqim, supaya kita tetap berada diatas hidayah Alloh, diatas agama Alloh ini, sampai kita mati. Karna kita ngak tahu, bagaimana tatkala malakul maut, ketika malaikat pencabut nyawa itu datang mencabut nyawa kita apakah tatkala itu kita masih dapat mengatakan laa illahaillalloh ngak tau kita, maka seorang mu’min tetap dalam do’anya dia memohon kepada Alloh SWT. Ihdinash shirotol mustaqim, sirotol ladzina an amta alihim ya.. jalan yang lurus, jalannya siapa? Jalannya orang-orang yang engkau beri ni’mat Alloh, ghoiril maghdhubi ‘alaihim wa ladh dhollin, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai Alloh, siapa orang ini yang dimurkai Alloh? Yang dimurkai Alloh adalah orang yang mengetahui kebenaran kemudian dia tidak mengamalkannya, dan dalam ayat ini para ulama’ sebagaimana menafsirkan adalah orang-orang yahudi, orang-orang yahudi tau dengan kebenaran, dia tau akan keluarnya seorang Nabi dari kota mekkah dan tempat hijrahnya kota madinah, mereka tau, tapi mereka tidak beriman. wa ladh dhollin, dan kita juga memohon kepada Alloh ditunjukin jalan yang lurus, bukan jalannya orang yang dimurkai dan bukan jalannya orang-orang yang tersesat, orang tersesat itu yang enggak tau, enggak punya ilmu ya dia pikirnya bener ya dia jalan terus. Maka ingat, usahakan kita dari surat Al Fatihah ini kita menghayatinya tatkala kita sholat, tatkala kita mengatakan iyya kana’bud, ternyata kita bisa langsung minta sama Alloh, siapapun orangnya, apapun kedudukannya, bagaimana pangkatnya, kalau dia mau ada perlu sama Alloh dia bisa mengatakan, ya Alloh! Dia bisa ambil wudhu, dia bisa menghadap kekiblat mengatakan iyya kana’bud wa iyyakanas ta’in, kepadaMu kami beribadah ya Alloh, dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan, Ngak kepada siapa-siapa. Dan insyaalloh segala problematika yang kita hadapi akan selesai. Rosul kalau ada masalah kemana? Kemana Rosul SAW? A’isa menyatakan idza hadzabahu amrun laji’a ila sholah, enggak lari kerumah temannya, ngak lari kerumah… yah mungkin orang-orang yang berpangkat, dia laji’a ila sholah, dia berangkat mengadukan permasalahannya kepada pencipta langit dan bumi. Kepada Alloh jalla jalaluh yang kalau dia akan menyelesaikan masalah hamba, hanya berucap! Kun fayakun. Maka seharusnya tatkala problematika menghadang jalan kita, di keluarga kita, dikerjaan kita, laji’a ila sholah, sholat lah. Adukan sama Alloh apa yang akan kita adukan. Dan Alloh itu tidak pernah bosan di adui. Kalau punya sohib, sekarang ngadu, sama ustadzlah, ustadz kata dia, ana ini kayak gini, gini punya masalah, yah di dengerin sama ustadznya, tapi ustadz ngak punya apa-apa. Besok datang lagi, besok lusa datang lagi, ustadznya lihat oe itu kok mau datang itu, kunci aja pintunya kata dia. Sudah capek dengernya, tapi Alloh  jalla jalaluh tidak pernah bosan mendengar rintihan hambanya, bahkan Alloh suka kepada orang-orang yang suka merintih kepadanya. Alloh mengatakan, ud’uni astajib lakum, minta sama Aku, kata Alloh, aku jawab kalian. Maka ingat, dalam surat Al Fatihah ini mengandung banyak sekali faedah. Kita sudah bertahun-tahun membacanya, tapi kita teruslah diulang, dibaca tafsirnya,  dimaknai, dihayati, direnungi, insyaalloh,  Alloh  jalla jalaluh akan menerima sholat kita. Karna kata Rosul SAW. Dalam hadits riwayat tabroni, wa syeikh Hasan Al Bani Rosul mengatakan, inna rojula la yusholli sholata sittina sanah walam tukballahu sholah, ada orang yang sholat selama 60 tahun tapi sholatnya ngak ada yang diterima, la ilaha illalloh… kita harus tahu, seorang mu’min itu sebagaimana kata Hasan Al Basri bainal ihsan wa makhoffah, dia berbuat baik sudah sama Alloh tapi dia takut ngak diterima, dan itulah seorang mu’min. adapun orang munafiq mengumpulkan antara isa’a wa amman, dia merasa amanlah gampang itu dosa, saya sudah sholat ! subhanalloh… kita takut sholat kita ngak diterima, dan Rosul menyebutkan dalam hadits Tabroni itu, sholat 60 tahun, rukuk, sujud, wudhu, Allohuakbar… ada apa sama orang ini. Rosul mengatakan yutimmu ruku’ahu wa la yutimmu sujudahu, ruku’nya sempurna, sujudnya ngak sempurna, sujudnya sempurna, ruku’nya ngak sempurna, jadi sholatnya belum bener. Maka mudah-mudahan kita dikasih ilmu yang bermanfaat pada kesempatan ini, keluar dari sini mudah-mudahan kita bisa mengamalkan, dan pulang sampai rumah mudah-mudahan dapat rizqi yang thoyyib. Subkhana kallohumma wabikhamdik, ashadu alla ilahailla anta astaghfiruka wa atubu ilaik. 

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About